PROMO KE BALI 2013 - Sewa mobil, watersport, rafting, tiket tari kecak, Odyssey Submarine, Seafood, Hotel murah - disc hingga 60 %, MAU??
Powered by MaxBlogPress  

Ribuan Orang Akan Ikut Ritual ‘Ci Suak’ Massal

Ribuan orang diperkirakan akan hadir pada perayaan “Shie Jit Thien Sang Sen Muk” atau memperingati hari lahirnya Dewa Perdagangan Antar Pulau, di Klenteng Caow Eng Bio Tanjung Benoa, Kabupaten Badung, Bali. Perayaan akan diisi dengan “Ci Suak” atau ruwatan massal yang diikuti oleh ribuan orang.

Perayaan “Shie Jit Thien Sang Sen Muk” atau memperingati hari lahirnya Dewa Perdagangan Antar Pulau, di Klenteng Caow Eng Bio Tanjung Benoa, Kabupaten Badung, Bali, ini akan digelar mulai tanggal 6 hingga 9 Mei 2010 mendatang.

Menurut pihak panitia penyelenggara upacara, perayaan yang dipimpin 3 orang Bio Kong atau pendeta ini akan diikuti oleh umat Konghucu, Tao, dan Budha yang datang dari seluruh Bali dan beberapa Kota di Indonesia seperti Jakarta dan Surabaya.

“Selain itu kami juga akan mengundang saudara-saudara umat Hindu dan Muslim yang ada di daerah Tanjung Benoa untuk hadir sebagai wujud persaudaraan dan kerukunan antar umat beragama,” jelas Ketua Panitia Upacara sekaligus pengurus Klenteng, Liong Siu Yang, yang mempunyai nama Bali Nyoman Suyanti Adiartha.

Selain menggelar persembahyangan di Klenteng, dalam perayaan “Shie Jit Thien Sang Sen Muk” ini juga akan di gelar ritual “ Ci Suak” massal, yang digelar di areal Klenteng.

“Kami akan menggelar Ci Suak, dalam bahasa Balinya disebut mebayuh, buang sial, atau ruwatan massal. Hingga saat ini seribu Undangan sudah disebarkan . “Ci Suak” massal ini akan digelar setiap hari sejak pagi hingga malam mulai tanggal 6 hingga 9 Mei,” jelas Nyoman Suyanti, hari ini (5/5).

Untuk bisa mengikuti ritual “Ci Suak” atau buang sial massal ini, setiap peserta dikenai biaya Rp 100 ribu. Selain umat Konghucu, Tao, dan Budha, umat agama lain yang berminat juga dipersilakan ikut ritual “Ci Suak” massal ini.

“Biaya ini untuk perlengkapan ritual Ci Suak para peserta. Semua dana yang terkumpul akan kami masukkan ke dana Yayasan Klenteng Caow Eng Bio untuk biaya penataan dan perawatan Klenteng,” imbuhnya.

Perayaan “Shie Jit Thien Sang Sen Muk” di Klenteng Caow Eng Bio Tanjung Benoa juga diwarnai dengan pembuatan patung macan emas raksasa berukuran tinggi 3 meter dan panjang 5 meter.

“Patung macan emas raksasa ini bahannya mirip dengan bahan untuk membuat ogoh-ogoh. Selama perayaan, bulu patung macan emas raksasa ini akan dibagi-bagikan kepada umat yang datang. Bulu patung macan emas raksasa ini dipercaya sebagai tolak bala dan pembawa rejeki,” kata Ketua Pengurus Klenteng ini.

Klenteng Caow Eng Bio Tanjung Benoa, Kabupaten Badung, Bali, merupakan salah satu Klenteng tertua di Bali. Klenteng ini diperkirakan sudah ada sejak abad ke 16 Masehi.

Klenteng ini dibangun oleh leluhur warga keturunan Cina yang ada di Tanjung Benoa, yang datang ke Bali dari daratan Tiongkok sebagai pedagang. (ctg)

Sumber : http://beritabali.com/index.php?reg=&kat=&s=news&id=201005040019

Posted by tanjungbenoa on May 5 2010 in Blog Tags: , , , ,